Tampilkan postingan dengan label scientific. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scientific. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

manfaat pembuatan karya ilmiah dan sikap orang yang berjiwa ilmiah


Manfaat yang diperoleh dari kegiatan menyusun karya ilmiah menurut Sikumbang (1981: 2-5) :
a.       Penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan mambaca.
b.      Penulis akan terlatih menggabungkan berbagai inti bacaan.
c.       Penulis akan terbiasa dengan kegiatan perpustakaan.
d.      Penulis dapat mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
e.      Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual.
f.        Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

Menurut Brotowidjoyo (1985: 33-34) sikap imiah yang dimiliki oleh orang yang berjiwa ilmiah :
a.       Sikap ingin tahu.
b.      Sikap kritis direalisasikan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya.
c.       Sikap terbuka mendengarkan keterangan argumentasi orang lain.
d.      Sikap objektif yakni menyatakan apa adanya.
e.     Sikap rela menghargai karya orang lain diwujudkan dengan mengutip dan menyatakan terimakasih atas karangan orang lain, dan menganggapnya sebagai karya yang orosinil milik pengarangnya.
f.        Sikap berani mempertahankan kebenaran diwujudkan dengan membela fakta atas hasil penelitian.
g.       Sikap menjangkau ke depan, berpandangan jauh.


Daftar Pustaka
Agam, Rameli. (2009). Menulis Karya Ilmiah. Yogyakarta: familia pustaka keluarga.

READ MORE - manfaat pembuatan karya ilmiah dan sikap orang yang berjiwa ilmiah

Sabtu, 24 Desember 2011

tipe-tipe tulisan ilmiah

A.      Tulisan Ilmiah Populer
Ciri-ciri dan karakteristik tulisan ilmiah popular, antara lain:
a.       Adanya pesan yang dipergunakan untuk menarik perhatian pembaca, yang dapat juga dikatakan bersifat persuasive. Hal ini disebabkan karena pada umumnya pembaca yang ditargetkan ialah umum atau bukan spesialis di bidang ahli mengenai topic bahasan yang ditulis.
b.      Isi tulisan diusahakan untuk memikat pembaca agar yang bersangkutan tetap membaca tulisan tersebut dan mengerti isinya.
c.       Penulis melakukan kontekstualisasi data hasil riset ke dalam tulisan, sehingga data dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca umum.
d.      Bahasa yang dipergunakan bersifat umum.
e.      Biasanya struktur kalimat yang dipergunakan ialah kalimat aktif.
f.        Gaya penulisan tidak baku.
g.       Informasi dalam bentuk narasi.

B.      Tulisan Ilmiah Murni
Ciri-ciri tulisan ilmiah murni, antara lain:
a.       Penulis berusaha memaparkan data apa adanya secara objektif.
b.      Temuan kajian ditulis dalam bentuk sitematis, terstruktur, dan baku.
c.       Penulis banyak menggunakan bahasa atau istilah khusus yang hanya dapat dipahami oleh ilmuwan yang bidang ilmunya dengan pokok bahasan yang ditulis.
d.      Struktur kalimatnya pasif.
e.      Gaya penulisan bersifat baku.
f.        Tulisan dugunakan untuk memaparkan informasi dalam bentuk khusus yang hanya digunakan untuk menarik kemampuan intelektual pembaca.
g.       Bebas dari opini penulis.
h.      Terdapat jarak antara penulis dengan hal-hal yang dikaji.

Dartar Pustaka
Sarwono, Jonathan. (2010). Pintar Menulis Karangan Ilmiah-Kumci Sukses Dalam Menulis Ilmiah. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.


READ MORE - tipe-tipe tulisan ilmiah

Senin, 19 Desember 2011

sekilas tentang tulisan ilmiah

Pengertian
Tulisan  ilmiah secara luas sebagai tulisan dalam bentuk artikel atau bentuk  lain, yang dipaparkan dengan kaidah-kaidah yang baku dan menggunakan metode ilmiah tertentu. Contoh tulisan ilmiah : 
        a.      Tulisan dalam jurnal ilmiah. 
        b.      Skripsi, tesis,dan disertasi. 
        c.       Laporan riset ilmiah.
Karakteristik
a.       Tulisan menggunakan metode ilmiah. Ciri-cirinya:
a.1.    Tulisan didukung dengan menggunakan data hasil observasi.
a.2.    Terdapat hipotesis atau setidaknya pertanyaan penelitian.
a.3.    Adanya kemungkinan dapat direproduksi oleh penulis lain dalam kenteks yang berbeda dengan menggunakan metode yang sama.
a.4.    Tulisan dapat diverifikasi. Artinya, kebenarannya dapat dicek secara empiris (tersedia data pendukung di lapangan).
a.5.    Laporan hasil dipaparkan secara tertulis untuk menjaga konsistensi dan kemudahan pengecekan.
b.      Tulisan didukung dengan menggunakan data hasil observasi.
c.      Terdapat hipotesis atau setidaknya pertanyaan penelitian.
d.     Adanya kemungkinan dapat direproduksi oleh penulis lain dalam kenteks yang berbeda dengan menggunakan metode yang sama.
e.      Tulisan dapat diverifikasi. Artinya,  kebenarannya dapat dicek secara empiris (tersedia data pendukung di lapangan).
f.        Laporan
g.       Tulisan didukung dengan menggunakan data empiris. Artinya, ada data yang dapat digunakan sebagai alat pembuktian atau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dalam tulisan tersebut.
h.      Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi.
i.         Terdapat pengukuran hasil yang ditemukan, biasanya menggunakan perhitungan statistik.
j.        Umumnya menggunakan terminologi khusus yang hanya diketahui oleh sesama kelompok keahlian (peer group).
k.       Tidak jarang hasil temuan juga dipaparkan dengan menggunakan grafik, tabel, atau gambar.
l.         Tulisan disusun dengan menggunakan gaya penulisan ilmiah tertentu, yang memiliki ciri-ciri:
l.1.      Memberikan fakta.
l.2.      Bersifat obyektif.
l.3.      Tidak mangandung unsur nilai moral dan emosi.
l.4.      Menggunakan bahasa baku.
l.5.      Bersifat akurat.
l.6.      Tidak memberikan opini pribadi.
l.7.      Gagasan dibangun secara sistematis dan logis.
l.8.      Tidak bersifat argumentatif, tetapi menghadirkan kesimpulan umum.
l.9.      Tidak bersifat persuasif.
l.10.  Tulisan tidak membesar-besarkan masalah (blow up).
l.11.  Tulisan tidak dipergunakan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu di luar objek yang dikaji.
m.    Hasilnya merupakan dokumentasi teknis.

Dartar Pustaka
Sarwono, Jonathan. (2010). Pintar Menulis Karangan Ilmiah-Kumci Sukses Dalam Menulis Ilmiah. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.
READ MORE - sekilas tentang tulisan ilmiah